SAP IBU HAMIL

Posted: Juni 25, 2011 in Uncategorized

SATUAN ACARA PENYULUHAN

( S A P )

 

DIsusun oleh:

Paska Yasker Simbolon

1A/1002079

STIKES BETHESDA YAKKUM YOGYAKARTA

2010/2011

SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

Tema                                       : Imunisasi Ibu Hamil

Sub Tema                                : MengenalImunisasi Ibu Hamil

Sasaran                                    : Tuan Yonatan

Tempat                                    : Ruangan

Hari/Tanggal                           : Jumat,18 Februari 2011

Waktu                                     : 20 Menit

 

 

Imunisasi Pada Ibu Hamil

1. PENDAHULUAN

Imunisasi lengkap adalah penting untuk menghindari bermacam jenis penyakit. Imunisasi yang penting dan harus diberikan pada ibu hamil adalah tetanus toksoid. Pemberian tetanus toksoid ini adalah untuk membebaskan Indonesia dari penyakit tetanus neonatarum, sehingga tetanus neonatarum tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat lagi pada tahun 2005.Pada tahun 1999 cakupan imunisasi TT1 pada ibu hamil adalah 92,8% sedangkan imunisasi TT2 sebesar 86,6%. Keadaan ini menurun pada tahun 2000, yaitu TT1 sebesar 72,88% dan TT2 sebesar 58,12%. (Data dari Profil Kesehatan Dati II thun 2001).

2. DEFINISI

Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen, sehingga bila kelak ia terpajang oleh antigen yang serupa, tidak akan terjadi penyakit. Pada imunisasi terhadap ibu hamil diberikan tetanus toksoid yang merupakan toksin (antigen) dari kuman yang telah dilemahkan.

3. TUJUAN PEMBERIAN IMUNISASI

Tujuan pemberian imunisasi adalah secara epidemiologis untuk menurunkan insiden tetanus neonatarum menjadi 1 per 10.000 kelahiran hidup. Selain itu ia juga menekan angka kematian tetanus neonatarum menjadi separuh dari CFR (case fatality rate) sebelumnya, dengan jalan menemukan kasus dan mencari faktor risiko. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan risiko yaitu meliputi status imunisasi tetanus toksoid ibu hamil dan pertolongan persalinan dan perawatan tali pusat. Selain pemberian tetanus toksoid, ibu hamil juga diberi imunisasi hepatitis B, tetapi pemberian hepatitis B ini adalah hanya untuk ibu-ibu hamil yang beresiko tinggi terhadap hepatitis B. Ibu-ibu hamil yang beresiko tinggi terhadap pneumonia atau influenza diberikan juga vaksin influenza.

4. IMUNISASI PADA IBU HAMIL

Di Indonesia imunisasi pada ibu hamil hampir seluruhnya berupa pemberian tetanus toksoid. Kenyatan ini memang terjadi kerana penyakit tetanus pada neonatus jumlahnya sangat besar disamping faktor sosioekonomi yang masih rendah sehingga tidak dimungkinkan untuk melaksanakannya imunisasi secara lengkap. Pada penyakit tetanus neonatarum, C. tetani masuk kedalam tubuh manusia melalui daerah luka dalam bentuk spora. Penyakit ini timbul jika spora-spora tersebut berkembang menjadi organisme berbentuk vegetatif yang hanya akan menghasilkan tetanospasmin pada keadaan penurunan potensial oksigen. Pencemaran tali pusat adalah sumber infeksi tersering pada neonatus. Ini terjadi sewaktu dilakukan pemotongan tali pusat dengan mengunakan pisau yang tidak bersih disertai dengan perawatan luka pemotongan yang tidak steril. Tetanospasmin dapat mencapai susunan saraf pusat melalui penyerapan pada sambungan mioneural (myoneural junctions) yang diikuti migrasi melalui ruangan jaringan perineural (perineural tissue spaces) sususan saraf atau melalui pemindahan limfosit ke dalam darah dan selanjutnya ke susunan saraf pusat. Tetanospasmin bekerja pada motor end plate otot skeletal, medula spinalis, otak dan susunan saraf simpatis. Toksin yang dihasilkan tersebut menimbulkan gangguan transmisi neuromuskuler dengan menghambat pelepasan asetilkolin dari terminal-terminal saraf di otot. Keadaan ini menimbulkan hipertonitas, kekejangan dan serangan kejang dan khas pada bayi adalah kesulitan menyusui, kekakuan tubuh dan spasme.Tetanus toksoid yang dibutuhkan untuk imunisasi adalah sebesar 40 IU dalam setiap dosis tunggal. Sebagaimana toksoid lainnya, pemberian toksoid tetanus memerlukan pemberian berseri untuk menimbulkan dan mempertahankan imunitas. Tidak diperlukan pengulangan dosis bila jadual pemberian ternyata terlambat, sebab sudah terbukti bahawa respon imun yang diperolehi walaupun dengan interval yang panjang adalah sama dengan interval yang pendek. Respon imun atau efikasi vaksin ini cukup baik. Ibu yang mendapatkan toksoid tetanus ternyata memberikan proteksi yang baik terhadap bayi baru lahir terhadap tetanus neonatarum, dan ini diberikan satu kali pada trimester I, satu kali pada trimester II, dan dua kali pada trimester III. (WHO, 2001).

1.Pengertian

Imunisasi Tetanus Toksoid adalah proses untuk membangun kekebalan sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus (Idanati, 2005).

Vaksin Tetanus yaitu toksin kuman tetanus yang telah dilemahkan dan kemudian dimurnikan (Setiawan, 2006).

Ibu hamil adalah ibu yang mengandung mulai trimester I s/d trismester III (Dinkes Jateng, 2005)

2.Manfaat imunisasi TT ibu hamil

• Melindungi bayinya yang baru lahir dari tetanus neonatorum (BKKBN, 2005; Chin, 2000). Tetanus neonatorum adalah penyakit tetanus yang terjadi pada neonatus (bayi berusia kurang 1 bulan) yang disebabkan oleh clostridium tetani, yaitu kuman yang mengeluarkan toksin

• Melindungi ibu terhadap kemungkinan tetanus apabila terluka (Depkes RI, 2000)

Kedua manfaat tersebut adalah cara untuk mencapai salah satu tujuan dari program imunisasi secara nasional yaitu eliminasi tetanus maternal dan tetanus neonatorum (Depkes, 2004)

Jumlah dan dosis pemberian imunisasi TT untuk ibu hamilImunisasi TT untuk ibu hamil diberikan 2 kali (BKKBN, 2005; Saifuddin dkk, 2001), dengan dosis 0,5 cc di injeksikan intramuskuler/subkutan dalam (Depkes RI, 2000).

Umur kehamilan mendapat imunisasi TT

Imunisasi TT sebaiknya diberikan sebelum kehamilan 8 bulan untuk mendapatkan imunisasi TT lengkap (BKKBN, 2005). TT1 dapat diberikan sejak di ketahui postif hamil dimana biasanya di berikan pada kunjungan pertama ibu hamil ke sarana kesehatan (Depkes RI,2000)

Jarak pemberian imunisasi TT1 dan TT2

Jarak pemberian (interval) imunisasi TT1 dengan TT2 adalah minimal 4 minggu (Saifuddin dkk, 2001; Depkes RI, 2000).

3.Efek samping imunisasi TT

Biasanya hanya gejala-gejala ringan saja seperti nyeri, kemerahan dan pembengkakan pada tempat suntikan (Depkes RI, 2000). TT adalah antigen yang sangat aman dan juga aman untuk wanita hamil. Tidak ada bahaya bagi janin apabila ibu hamil mendapatkan imunisasi TT (Saifuddin dkk, 2001).

Efek samping tersebut berlangsung 1-2 hari, ini akan sembuh sendiri dan tidak perlukan tindakan/pengobatan (Depkes RI, 2000).

4. Tempat pelayanan untuk mendapatkan imunisasi TT

Puskesmas

Puskesmas pembantu

Rumah sakit

Rumah bersalin

Polindes

Posyandu

Rumah sakit swasta

Dokter praktik, dan

Bidan praktik (Depkes RI, 2004).

Tabel Pemberian imunisasi tetanus toxoid pada ibu hamil.

Dose

Administration

Protection (approximately)

TT 1

At first contact during maternal care, or as early as possible during pregnancy (pertama membuat perjanjian selama penyelenggaraan urutan dari pihak ibu, None

TT 2

At least four weeks after TT1(minimal  terendah 4 minggu sebelum TT1} 1-3 years

TT 3

At least six months after TT2

(minimal paling sedikit 6 bulan sebelum TT2)5 years

TT 4

At least one year after TT 3 or during subsequent pregnancy

(minimal paling sedikit 1 tahun sebelum TT3/selama melayani keadaan hamil)10 years

TT 5

At least one year after TT 4 or during subsequent pregnancy

(minimal paling sedikt 1 tahun sebelum TT4/selama melayani ibu hamil )A woman’s immunity and her ability to confer short-term immunity to her newborn will last throughout her reproductive lifeSource: WHO, 2001

KESIMPULAN

Di indonesia imunisasi pada ibu hamil biasanya hanya berupa pemberian tetanus toksoid. Imunisasi tetanus toksoid diberikan pada ibu hamil untuk mencegah terjadinya tetanus neonatarum. Imunisasi ini dapat menurunkan angka kematian bayi. Tetanus toksoid dapat diberikan satu kali pada trimester I, satu kali pada trimester II, dan dua kali pada trimester III. (WHO, 2001).Imunisasi lainnya yang dapat diberikan yaitu imunisasi Hepatitis, Influenza, Meningococcal, dan Rabies. Namun pemberiannya di Indonesia hanya diindikasikan pada keadaan tertentu.

DAFTAR PUSTAKA

-          http://putriazka.wordpress.com/2005/04/20/imunisasi-tt-tetanus-toxoid-pada-ibu-hamil-bumil/

-          http://drdidiksuprayitno.blogspot.com/2010/03/imunisasi-pada-ibu-hamil.html


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s